YOGYA -  Kawasan wisata Malioboro tidak akan ditutup pada malam pergantian tahun. Namun demikian, pengelola akan membatasi jumlah pengunjungnya.

Sebagai informasi, saat ini, Malioboro terbagi dalam lima zona.

Sedangkan setiap zona hanya diperkenankan untuk menampung sebanyak 1.000 pengunjung.

"Kami estimasi mungkin perzona 1.000-an. Kalau batas maksimal 2.000 -3.000 kalau semuanya," terang Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Ekwanto, Rabu (22/12/2021).

 

Pengunjung yang datang diwajibkan untuk memanfaatkan aplikasi Sugeng Rawuh.

Aplikasi itu bisa digunakan tanpa diunduh.

Wisatawan tinggal memindai QR Code dan mengisi data, satu di antaranya nomor telepon di depan pintu masuk.

Hingga saat ini, kawasan Malioboro belum menerapkan aplikasi PeduliLindungi.

"Kalau PeduliLindungi kami belum pakai. Itu kami masih menggunakan Sugeng Rawuh itu. Tiap pengunjung pakai barcode di dekat pintu masuk," terangnya.

 

Saat tahun baru nanti, pihaknya berencana untuk mengadakan fasilitas vaksin on the spot yang diadakan di Hotel Mutiara.

Sehingga jika ada wisatawan yang belum tervaksin bisa memanfaatkan layanan tersebut.

 

Kendati demikian, Ekwanto menyebut bahwa sebagian besar pengunjung Malioboro telah menjalani vaksinasi.

Selain itu, wisatawan juga telah ter skrining melalui kebijakan one gate system yang diberlakukan pemerintah kota.

Di mana bus pariwisata akan menjalani pemeriksaan di terminal sebelum diizinkan masuk ke Kota Yogya.

"Kita coba cari orang yang tidak tervaksin sekarang sudah susah di Malioboro. Sabtu Minggu kan kami ada pelayanan vaksin gratis. Jadi cari 10 orang susah sekali. Artinya orang yang masuk Malioboro itu sudah rata rata vaksin semua," bebernya.

 

Lebih jauh, Ekwanto menyebut bahwa jumlah kunjungan di Malioboro mengalami peningkatan menjelang malam tahun baru.

Kendati belum bisa merinci jumlahnya, Ekwanto menduga peningkatan tersebut disebabkan karena pelonggaran yang diberlakukan pemerintah.

"Mungkin seminggu ini sudah mulai ramai sekali. Dari plat luar kota sudah banyak sekali mungkin karena pelonggaran ini," ucapnya.

 

 

sumber : [ TribunJogja.com | Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Mona Kriesdinar ]