YOGYA - Sebanyak 8 pusat perbelanjaan atau mal di DIY diizinkan untuk memulai uji coba pembukaan menyusul adanya izin dari pemerintah pusat bersamaan dengan perpanjangan PPKM Level 4 hingga 30 Agustus 2021. Kedelapan mal tersebut tiga berada di Kota Yogyakarta dan lima di Sleman.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY, Surya Ananta menjelaskan, hanya warga yang telah menjalani vaksinasi Covid-19 minimal dosis pertama yang boleh memasuki mal. Pengunjung pun diwajibkan menggunakan aplikasi PeduliLindungi ketika menunjukkan bukti vaksin.

"Dulunya sudah biasa cek suhu, pakai masker, dan cuci tangan standar, ya. Sekarang dipastikan bahwa yang masuk sudah menerima vaksin, minimal vaksin (dosis) pertama," jelas Surya, Selasa (24/8/2021).

Dia menegaskan, mereka yang membawa kartu vaksin secara fisik tidak diperkenankan masuk. Sebab, berdasarkan ketentuan pemerintah, pengunjung harus melakukan pemindaian atau scanning melalui aplikasi.

"Eggak bisa masuk kalau bawa kartu vaksin, karena semua harus scanning. Wajib melewati QR code," jelasnya.

Nantinya, terdapat tiga indikator warna pada barcode tiket check-in mal di aplikasi PeduliLindungi, yakni: hijau, kuning, dan merah. Ketiga warna yang muncul pada aplikasi akan berbeda setiap pengguna tergantung pada status vaksinasi dan tes Covid-19 masing-masing.

Selama masa uji coba, pemerintah juga menerapkan syarat umur. Salah satu kategori umum yang tidak boleh masuk, yakni anak di bawah usia 12 tahun dan warga dengan usia di atas 70 tahun.

Lebih jauh, jumlah pengunjung mal dibatasi yakni sebanyak 50 persen dari total kapasitas bangunan. Sedangkan jumlah pengunjung nantinya akan terpantau di aplikasi PeduliLindungi saat pengguna melakukan check-in.

Sehingga jika telah melebihi kapasitas, petugas akan melarang pengunjung untuk memasuki pusat perbelanjaan.
Surya melanjutkan, saat ini restoran di mal juga tak diperkenankan membuka layanan makan di tempat atau dine-in.

"Operasional buka dari pukul 10.00-20.00 WIB. Kapasitas pengunjung dibatasi 50% kapasitas mal. Tenant kan semua buka kecuali bioskop dan arena bermain, restoran khusus take away belum boleh dine in," bebernya.

Selain pengunjung, seluruh karyawan mal juga memanfaatkan aplikasi PeduliLindungi untuk memasuki bagunan. Langkah ini diharapkan dapat menekan potensi penularan di pusat perbelanjaan.

 

Sleman
Sekretaris Daerah Sleman, Harda Kiswaya mengungkapkan, Pemkab Sleman, melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian sudah melakukan survei ke lapangan berkaitan dengan fasilitas protokol kesehatan (prokes) di mal.

Menurutnya, hampir semua karyawan di pusat perbelanjaan sudah divaksin. Hal itu menjadi modal bagus untuk mulai menggerakkan roda perekonomian. Karenanya, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada 23 Agustus mengirimkan surat permohonan uji coba pembukaan mal ke pemerintah pusat dan langsung direspons.

"Sleman mulai hari ini (kemarin) sudah bisa buka untuk mal," kata dia, ditemui di Pendapa Parasamya, Sleman, Selasa (24/8/2021). 

Pembukaan mal pada Perpanjang PPKM level 4 ini tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 35 tahun 2021 tentang PPKM Level 4, 3, 2 di wilayah Jawa Bali. Di Kabupaten Sleman ada lima mal yang sudah disurvei. Yakni; Plaza Ambarukmo, Jogja City Mall, Hartono Mall, Sleman City Hall, dan Transmart.

"Ada lima mal, semuanya sudah layak buka," ucap Harda. 

Meskipun mal sudah mulai uji coba buka, Harda memastikan penerapan di lapangan dilakukan dengan sangat hati-hati. Mengedepankan prokes agar tidak terjadi penularan. Pihaknya mengaku tetap membatasi dan tidak ingin gegabah.

Hal itu seperti yang diingatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. 
Sementara itu, Kustini Sri Purnomo mengungkapkan, di hari pertama uji coba pembukaan mal, tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Sleman memantau dengan turun langsung ke setiap mal dan pusat perbelanjaan.

Hal itu, guna memastikan penerapan protokol kesehatan dijalankan dengan baik dan kegiatan perekonomian berjalan dengan lancar.

"Hari ini (kemarin) satgas akan berada di setiap titik. Ya, mereka akan memantau pengunjung dan prokes di masing-masing tempat. Jika ada yang tidak tepat atau melanggar ketentuan nanti akan diperingatkan," ujar dia. 

Uji coba pembukaan mal dilakukan melalui pelbagai pertimbangan yang matang. Satu di antaranya dari capaian vaksinasi karyawan mal yang telah mencapai angka 99 persen. Selain itu, setiap mal dan pusat perbelanjaan diwajibkan melengkapi alat cek suhu, fasilitas cuci tangan, hand sanitizer di setiap pintu masuk, dan skenario pengaturan jaga jarak di setiap gerai dan tenant.

Pengunjung yang diperbolehkan masuk dibatasi. Yaitu usia di atas 12 tahun dan di bawah 70 tahun. Lalu, pengunjung juga dilakukan skrining menggunakan aplikasi PeduliLindungi di pintu masuk. "Kita berharap dengan adanya kelonggaran ini tidak membuat peningkatan kasus covid-19 di Sleman. Karyawan yang dirumahkan bisa kerja kembali dan UMKM bisa memasarkan produknya kembali," kata Kustini. 

Artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Masuk Mal Scan Barcode Vaksin, 8 Pusat Belanja DIY Diizinkan Buka, https://jogja.tribunnews.com/2021/08/24/masuk-mal-scan-barcode-vaksin-8-pusat-belanja-diy-diizinkan-buka?page=all.


sumber : jogja.tribunnews.com | Editor: Agus Wahyu