YOGYA - Permainan kata lewat teka-teki silang (TTS) tetap eksis meski kini digempur digitalisasi yang semakin canggih.

Permainan kata yang diciptakan oleh Arthur Wynne seorang jurnalis asal Liverpool itu mendunia lewat surat kabar, dan di Indonesia sendiri muncul dalam bentuk beberapa buku TTS yang diterbitkan dengan edisi yang berbeda-beda.

Seorang penjual buku TTS yang saat ini masih eksis di Yogyakarta adalah perempuan bernama Sulastri, yang setiap harinya ia berjualan di simpang empat Jalan Ngeksigondo, Kotagede, Yogyakarta.

 


Bagi siapa saja yang rindu dengan permainan TTS dan bernostalgia era tahun 1980-an silakan saja datang ke jalan Ngeksigondo, Kota Yogyakarta pada jam 08.00 hingga pukul 15.00.

"Dulu saya jualan koran. Karena sepi ya saya ganti jual buku teka-teki silang ini," katanya, Rabu (24/3/2021).

Saat dijumpai, Sulastri mengaku membawa sekitar 40 eksemplar buku teka-teki silang.

Buku sebanyak itu bisa habis antara dua hingga tiga hari.

"Kadang-kadang ya lebih. Karena sehari saja gak pasti lakunya. Kadang cuma laku dua, kadang sepuluh," ujarnya.

 

Ibu dua anak itu memilih konsisten berjualan teka-teki silang lantaran hanya hal itu yang bisa dikerjakan untuk saat ini.

Sudah sekitar lima tahun dirinya berjualan buku teka-teki silang di simpang empat Jalan Ngeksigondo itu.

"Harganya ya sama dari dulu, dua buku harganya Rp5.000," ungkap dia.

 

Cover buku teka-teki silang yang dijual Sulastri juga terbilang unik dengan beberapa kutipan khas anak 1990-an.

"Buku TTS ini saya ngambilnya dari teman. Ada yang ngirimi ke saya," ungkap perempuan asal Wonosari itu.

 

 

[ sumber : jogja.tribunnews.com | Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti ]