Pemerintah pusat beberapa waktu lalu membuka peluang dilakukannya kegiatan belajar tatap muka mulai 2021 ini.
Kebijakan tersebut didasarkan pada Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul belum memberikan keputusan terkait kebijakan tersebut.
Hal itu diungkapkan oleh Kabid SMP Disdikpora Gunungkidul, Kisworo.

"Sampai saat ini belum ada sinyal dibukanya pelaksanaan belajar tatap muka," katanya Minggu (03/01/2021).

Kisworo mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke Bupati Gunungkidul Badingah.
Namun hingga kini respon atas surat tersebut belum diberikan.
Meski belum memutuskan, Disdikpora Gunungkidul telah menyiapkan petunjuk teknis (juknis) penyelenggaraan belajar tatap muka.
Juknis didasarkan pada SKB empat menteri tersebut.

"Surat Edaran sudah disebar ke seluruh satuan pendidikan. Juknisnya pun bisa diakses lewat situs resmi kami," jelas Kisworo.

Merujuk pada juknis tersebut, tiap satuan pendidikan diwajibkan berkoordinasi dengan gugus tugas tingkat kapanewon.
Pihak sekolah pun wajib memiliki gugus tugas pengendalian untuk memantau proses belajar tatap muka sesuai protokol kesehatan (prokes).
Selain itu, Kisworo mengatakan seluruh satuan pendidikan wajib memiliki fasilitas prokes yang memadai.
Termasuk adanya materi edukasi dalam rangka menguatkan prokes pada pelajar.

"Berkaitan dengan materi ini, tiap satuan pendidikan bisa berkoordinasi dengan puskesmas setempat," ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Disdikpora Gunungkidul Sudya Marsita mengklaim hampir seluruh sekolah siap melaksanakan belajar tatap muka.
Hal itu didasarkan pada hasil monitoring yang dilakukan.
Sekolah yang dianggap siap melaksanakan belajar tatap muka terutama di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Sedangkan untuk PAUD masih dalam kajian.

"Kebijakan ini terutama didukung dengan SKB empat menteri untuk pelaksanaan pendidikan di masa pandemi," kata Sudya.

Berdasarkan wacana awal, aktivitas belajar tatap muka di Kabupaten Gunungkidul akan dilaksanakan mulai 4 Januari 2021.
Meski begitu, pembahasan soal rencana ini masih terus dilakukan.

Disdikpora Gunungkidul mendata sebanyak 403 dari 463 SD disebut siap menggelar belajar tatap muka.
Sedangkan untuk SMP terdapat 92 dari 94 sekolah yang dianggap siap.

"Hasil evaluasi pembelajaran jarak jauh yang masih terkendala juga menguatkan wacana tersebut," ujar Sudya.(alx)

 

 

[ sumber : jogja.tribunnews.com

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Kurniatul Hidayah