Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti menyebut, di era pandemi Covid-19 seperti sekarang para pengunjung maupun warga yang beraktivitas di sekitaran Malioboro tidak cukup hanya menggunakan masker.
Masyarakat perlu waspada dan menambah keamanan dan kenyamanan saat beraktivitas di kawasan itu dengan turut mengenakan pelindung wajah (face shield).


"Sekarang ini protokol kesehatan itu mesti semakin ditingkatkan kualitas dan kuantitasnya. Itu artinya, memakai masker saja tidak cukup," jelas dia saat menggelar deklarasi gerakan Malioboro Ber-face Shield, Minggu (18/10/2020) di kawasan Teteg.
Haryadi menambahkan, di era pandemi saat ini bermasker merupakan bagian penting dan merupakan kebutuhan bagi tiap-tiap individu, terlebih saat berada di kawasan Malioboro.


Tidak sampai disitu, pengunjung juga perlu memperhatikan terkait keselamatan terhadap penyebaran Covid-19 dengan senantiasa ber-face shield.
"Utamanya yakni tetap meningkatkan kualitas penyelenggaraan protokol kesehatan. Sehingga sebagai jalur utama di Kota Yogyakarta maka pembagian face shield ini kami harapkan bisa menjaga supaya Yogyakarta tetap aman berjualan, aman bertransaksi dan aman bagi para pengunjung," ucapnya.


Dalam kesempatan itu, sebanyak 5.000 face shield dan juga masker medis dibagikan kepada pedagang Malioboro dan para pengendara sepeda motor yang melintas di kawasan tersebut.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro menyatakan, pelaksanaan program Malioboro berface shield tersebut merupakan wujud dukungan dari jajaran pemerintah dalam menerapkan adaptasi kebiasaan baru guna menjaga kesehatan, kegiatan ekonomi dan pariwisata di wilayah setempat.
"Malioboro kan seperti kita ketahui merupakan jalur utama sekaligus etalase pariwisata di kota Yogyakarta yang kita cintai bersama dan merupakan tempat interaksi masyarakat baik dari dalam maupun luar Daerah Istimewa Jogjakarta," imbuhnya. (jsf)


[ foto & sumber : Tribunjogja.com ]