Pengoperasian kereta rel listrik (KRL) Yogya-Solo direncanakan pada akhir Oktober 2020.
Sehingga, dengan adanya penambahan jalur kereta diperkirakan bakal membuat lalu lintas rel semakin padat.

Manajer Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyanto, mengatakan dengan bertambahnya jalur kereta masyarakat harus lebih mawas diri apabila melintasi rel.

"Sehingga edukasi terkait masalah berkendara di rel kereta api perlu terus dilakukan terutama pada jalur sebidang yang rawan. Apalagi, nantinya KRL beroperasi yang suaranya cenderung halus kalau tidak berhati-hati bisa fatal," ujarnya Rabu (14/10/2020).

Ia menambahkan, dalam kondisi normal lalu lintas kereta api dalam sehari bisa mencapai 180 perjalanan.
Tentunya angka ini akan meningkat seiiring ditambahkannya jalur bagi KRL.

"Untuk KRL jaringan dipastikan sudah selesai semua. Nantinya, operasionalnya KRL masih untuk Yogya-Klaten dulu. Setelah itu, akhir Desember akan diperluas hingga ke Solo," ucapnya.

Untuk memastikan informasi terkait tata cara berkendara di jalur sebidang. Pihak KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus melakukan sosialiasi secara kontinyu. 

 

[ sumber : tribunjogja.com/ ndg ]

Foto : Tribun Jogja/ Nanda Sagita Ginting