PANEN PERDANA DEMPLOT (LAHAN PERCONTOHAN) PADI CORPORATE FARMING,

DI BULAK ANCAK, BLAWONG I, KABUPATEN BANTUL

Dalam rangka Program Ketahanan Pangan dan implementasi inovasi pengelolaan usaha tani dengan sistem Corporate Farming di Kabupaten Bantul, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (BI DIY) bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan, dan Perikanan Kab.Bantul, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) DIY dan Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan Program Klaster Pangan Komoditas Padi dengan Sistem Corporate Farming dan Ramah Lingkungan, periode tahun 2018 – 2020 dengan Mitra Binaan Kelompok Tani Barokah di Bulak Ancak, Desa Blawong I, Kabupaten Bantul. Program ini merupakan tindaklanjut dari hasil penelitian BI DIY dengan Fakultas Pertanian UGM dengan judul “Penerapan Corporate Farming di DIY “.

Sistem Corporate Farming merupakan usaha tani sehamparan yang pengelolaannya dilaksanakan dengan cara konsolidasi lahan. Dalam Corporate Farming, keputusan proses pertanian dari hulu sampai dengan hilir dilakukan dalam satu keputusan dan berpedoman kepada Good Agriculture Practices (GAP) dan Standard Operating Procedure (SOP) yang disepakati bersama. Secara ekonomi, sistem Corporate Farming diprediksi mampu;

  1. Memberikan keuntungan berupa efisiensi biaya dan proses produksi,
  2. Meningkatkan produktivitas pertanian,
  3. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani,
  4. Meningkatkan penguatan kelembagaan petani sehingga akan membuka akses ke lembaga keuangan formal, dan
  5. Mampu menahan laju konversi lahan pertanian produktif ke lahan konsumtif.

Penerapan corporate farming tersebut sejalan dengan tujuan utama Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas inflasi, terutama terkait dengan karakteristik inflasi di Indonesia yang cenderung bias supply side. Menjaga pasokan komoditas menjadi faktor fundamental dalam menjaga harga komoditas khususnya bahan pangan (volatile food). Peningkatan produktivitas pertanian tentu akan meningkatkan hasil pertanian sehingga pasokan akan terjaga.

Hari ini, Kamis, 2 Mei 2019 adalah Panen Perdana Demplot (lahan percontohan) Padi Corporate Farming Ramah Lingkungan di lahan seluas 6 Hektar yang dimiliki oleh 77 masyarakat petani dan pemilik lahan yang digarap oleh Tim Teknis secara konsolidasi. Hasil panen akan dikelola secara bersama untuk dipasarkan dan persiapan masa tanam berikutnya. Selanjutnya, hasil dari proses produksi perdana akan menjadi bahan evaluasi pada masa tanam berikutnya dalam satu siklus produksi lahan.

Dari hasi penelitian, diketahui bahwa sebelum program ini dimulai, pengelolaan lahan di Bulak Ancak sudah dilakukan dengan metode konsolidasi lahan namun masih terkendala dengan keterbatasan sarana pendukung dan keterampilan petani dan belum ada SOP yang mengatur sistem konsolidasi. Selain itu, hasil panen masih dikelola secara masing-masing petani penggarap/pemilik lahan, dan sebagian besar masih dikonsumsi sendiri karena produksi kurang optimal sehingga beras yang dihasilkan masih sedikit.

Untuk itu, dilakukanlah uji coba (demplot) pengelolaan lahan secara modern dari hulu ke hilir, mulai dari proses produksi, mekanisasi pertanian, financing, pemasaran sampai pengolahan paska panen. Lesson learned penerapan corporate farming mampu meningkatkan produksi gabah sebesar 42%, menekan biaya produksi sampai dengan 50% dan efisiensi kebutuhan benih dari yang tadinya 25 kg/hektar turun menjadi 15 kg/hektar.

Selama tahun 2018, BI bekerjasama dengan pihak tersebut di atas telah melaksanakan pendampingan dalam tahapan kegiatan sebagai berikut :

  1. Penyelenggaraan Sekolah Lapang 10 kali pertemuan mulai dari pembibitan, pengendalian hama sampai dengan paska panen,
  2. Bantuan sarana produksi demplot padi corporate farming ramah lingkungan 6 hektar,
  3. Studi banding ke pertanian modern di Sukoharjo, Solo,
  4. Bimbingan teknis pengelolaan manajemen corporate farming dan penyusunan SOP,
  5. Bantuan rehabilitasi saluran irigasi sebagai salah satu usaha mengatasi kendala pengairan di lahan demplot.

Untuk itu, dalam hal ini BI DIY mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Bank Indonesia, antara lain; Pemerintah Daerah Kab. Bantul beserta Jajaran Dinas terkait, UGM, BPTP DIY,